Indonesia Cetak Rekor Terendah Kematian DBD

Annastasya Rizqa
Indonesia cetak rekor terendah kematian DBD di tengah tantangan perubahan iklim yang memicu lonjakan kasus demam berdarah di berbagai negara.

Penurunan fatalitas ini menjadi indikator penting keberhasilan sistem kesehatan dalam menangani pasien sejak fase awal gejala. Diagnosis lebih cepat dan tata laksana klinis yang tepat disebut menjadi kunci utama.

Keberhasilan Indonesia menekan angka kematian juga tak lepas dari adopsi teknologi kesehatan terbaru. Pemerintah memperkuat sistem surveilans, deteksi dini, serta respons cepat di fasilitas layanan kesehatan primer hingga rujukan.

Setelah sempat menghadapi lonjakan kasus cukup tajam pada 2024 akibat fenomena El Niño, Indonesia mampu melakukan pemulihan cepat pada 2025. Strategi yang lebih proaktif dan adaptif diterapkan untuk meredam dampak wabah.

Asnawi menyebut kerja keras tenaga medis dan relawan menjadi fondasi utama pencapaian ini. Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, hingga komunitas dinilai berjalan efektif.

“Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik, relawan pemantau jentik kita yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya,” ucap dia.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kasus DBD pada Anak Meningkat saat El Nino, Ini Gejala Kritis yang Harus Diwaspadai

57 tahun lalu

Anak Bisa Kena DBD Berkali-kali, IDAI Sarankan Vaksinasi demi Perlidungan Maksimal!

57 tahun lalu

Kemenkes Ingatkan DBD dan ISPA Jadi Ancaman Serius di Kemarau Panjang 2026

57 tahun lalu

Catat! Dokter Tegaskan DBD Tak Selalu Disertai Bintik Merah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal