Selain itu, ikut serta mengukur suhu tubuh bersama dengan institusi terkait lainnya, mengatur lalu lintas dan menerapkan larangan mudik sebagaimana telah disampaikan Presiden yang meminta Polri dan TNI untuk memastikan kebijakan larangan mudik berjalan efektif.
Menurut Nuning, semua itu tentu saja butuh kepiawaian improvisasi satuan kerja (satker) di lapangan. Dibutuhkan kemampuan anggota Polri untuk turut mengatasi masalah yang timbul dari ketidakpatuhan masyarakat. Pemahaman komunikasi antarbudaya masyarakat menjadi penting sekali agar tidak timbul kegaduhan.
“Tentu saja dalam melaksanakan tugasnya Polri harus melakukan koordinasi dengan BIN dan TNI. Terutama BIK Polri dalam menerapkan kebijakan intelijennya serta merta harus berkoordinasi dengan BIN, apalagi dalam situasi pandemi kini kinerja BIN banyak melakukan hal yang bermanfaat dalam menangani Covid-19,” tutur dia.
Nuning berpandangan, Polri saat ini harus inovatif dengan mengembangkan SDM anggota agar memiliki pengetahuan luas baik secara akademik maupun praktik lapangan. Polisi dituntut harus sigap dan tanggap hadapi perkembangan ancaman baru.
Dia mengingatkan, terorisme memiliki perkembangan metode dalam menggerakan aksinya. Narkotika pun semakin banyak varian dan cara penyebarannya. Ada lagi pihak yang memiliki keahlian baru yaitu Narko Terorisme, khususnya para napi atau eks napi. Polri juga hadapi ancaman kekinian yaitu kejahatan Nubika atau Nuklir, Biologi, Kimia.