Berdasarkan data yang diterima, kru helikopter masing-masing adalah pilot Captain Marindra W dan EOB Harun Arasyid. Sementara enam penumpang tercatat atas nama Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Kepala Basarnas Marsdya Mohammad Syafii menjelaskan, titik koordinat hilang kontak 0'10"51.91 s-110'47"25.49 e. Titik koordinat pancaran sinyal distress dari elt: 0°12'0.00"s-110°44'0.00"e dengan datum: 0°11'30.39"s-110°45'43.72"e
Area administratif kejadian masuk di sekitar Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.
“Kondisi medan lokasi jatuhnya atau hilangnya kontak berada di kawasan hutan rimbun dengan topografi perbukitan terjal,” kata Syafii dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Dia menerangkan, pihaknya melakukan upaya pencarian dengan menggunakan Heli Super Puma TNI AU pukul 13.10 WIB. Mereka menuju lokasi hilang kontak, dan menemukan ekor heli yang hilang.
"Pada pukul 15.25 WIB, Heli Super Puma TNI AU kembali ke Lanud Supadio. Hasil pemantauan ditemukan serpihan yang diduga ekor pesawat Helikopter Airbus H130 PK-CFX pada jarak kurang lebih 3 KM ke arah Barat dari titik awal hilang kontak," ujarnya.
Dia menuturkan, temuan itu kemudian diinformasikan ke tim darat yang masih berupaya menembus lokasi. Sebab, lokasi hilang kontak heli itu tertutup topografi perbukitan tebal.