"Jadi dalam rangka penghancuran kondisi afkir itu, ada pelibatan masyarakat. Kami sampaikan di sini ada pelibatan masyarakat untuk kegiatan-kegiatan yang bersifat administrasi dan kegiatan yang bersifat ringan," ucapnya.
Dia mengungkap, pelibatan masyarakat itu di antaranya seperti membantu menyediakan masakan bagi personil hingga logistik. Namun, ditemukan juga dari investigasi yang dilakukan, masyarakat dilibatkan dalam kegiatan yang berkaitan dengan pemusnahan amunisi kedaluwarsa.
Melaksanakan kegiatan yang dimaksud seperti menggali lubang dan pembersihan pascapeledakan dilaksanakan. Diketahui, kata dia, residu-residu yang terjadi setelah ledakan itu cukup banyak.
"Nah, berkaitan dengan poin kedua dari hasil investigasi itu, saya sampaikan ada pelibatan masyarakat yang di luar yang seharusnya saya sampaikan tadi. Jadi masyarakat ikut membantu mengangkat material-material detonator, box detonator ke dalam lubang penghancuran," ujar Wahyu.
"Nah, sembilan warga masyarakat ini secara bahu-membahu membantu mengangkat detonator ke dalam lubang itu diterima oleh prajurit, Dan saat itulah kecelakaan terjadi," tuturnya.