Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei 2026, Ahli Tegaskan Rokok Sumber Penyakit!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi rokok. (Foto: Freepik)

Pertama, merokok menjadi salah satu faktor penting dalam epidemi TBC global. Pada 2020 diperkirakan terdapat sekitar 730 ribu kasus TBC yang berkaitan dengan kebiasaan merokok.

Kedua, perokok aktif maupun perokok pasif memiliki risiko sekitar dua kali lebih besar untuk terkena TBC dibandingkan mereka yang tidak terpapar asap rokok.

Ketiga, kebiasaan merokok dapat memperlambat pemulihan pasien TBC serta menurunkan keberhasilan pengobatan. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kekambuhan hingga kematian akibat TBC.

"Pasien TBC yang masih merokok ternyata lebih sering mengalami masalah keluhan paru-parunya walaupun sudah menyelesaikan pengobatan TBC," katanya.

Selain itu, jurnal ilmiah internasional Pathogens tahun 2024 juga menemukan bahwa perokok aktif maupun pasif merupakan faktor risiko untuk infeksi TBC, reaktivasi penyakit, perburukan kasus primer, peningkatan keparahan TBC dengan kavitas atau lubang pada paru-paru, hingga kematian akibat penyakit tersebut.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Bongkar Pabrik Tembakau Sintetis Rumahan di Kendari, 2 Orang Ditangkap

57 tahun lalu

Polisi Bongkar Peredaran Tembakau Sintetis via Instagram di Jaktim

57 tahun lalu

Polisi Bongkar Lab Narkoba di Apartemen Jakpus, 5 Kg Tembakau Sintetis Disita

57 tahun lalu

Viral Kotak MBG Berisi Uang Rp50.000 di Bangkalan, Ternyata Sedekah Juragan Tembakau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal