Dia menilai penguatan harga emas dunia dipicu meningkatnya ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve). Beberapa gubernur The Fed, menurutnya, telah memberikan sinyal dovish dalam testimoni pada Jumat (24/10/2025) lalu.
“Mereka mengindikasikan bahwa kemungkinan Bank Sentral Amerika akan kembali menurunkan suku bunga. Itu dilihat dari data inflasi yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Ekspetasinya adalah 3,1 persen tetapi kenyataannya 3 persen,” ujarnya.
Dari hasil tersebut, Ibrahim memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada pertemuan pekan depan.
“Sebenarnya pelaku pasar sudah tahu bahwa Bank Sentral akan menurunkan suku bunga 25 basis point, tetapi yang diinginkan oleh pasar itu adalah pernyataan dari Bank Sentral tentang ke depan, di bulan November-Desember, apakah akan kembali menurunkan suku bunga atau mempertahankan suku bunga,” tutur dia.
Selain faktor suku bunga, ketidakpastian politik di AS juga turut menjadi pendorong penguatan harga emas dunia. Hingga akhir pekan, pemerintahan federal AS masih mengalami shutdown yang telah berlangsung selama lebih dari 24 hari.