Untuk menjaga stabilitas harga dalam jangka panjang, Ketut menyebut pemerintah terus mendorong peningkatan produksi sapi lokal melalui program swasembada sapi. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap impor daging sapi secara bertahap.
"Langkah penstabilan daging sapi karena memang ada sedikit pengaruh (kurs) dolar. Namun demikian, sebagaimana arahan Bapak Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas, tentu kita terus mendorong dan mendukung swasembada sapi. Mudah-mudahan dengan program swasembada juga bisa menekan impor," tuturnya..
Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan, produksi sapi dan kerbau lokal pada 2026 diperkirakan mencapai 2,15 juta ekor atau setara 421.210 ton daging. Sementara kebutuhan nasional diproyeksikan mencapai 794.290 ton.
Ketut menyebut, kekurangan kebutuhan akan dipenuhi melalui kombinasi produksi dalam negeri dan pasokan impor yang telah diperhitungkan pemerintah.
Dengan skema tersebut, stok akhir tahun diperkirakan mencapai 324.090 ton, meningkat dibandingkan carry over stock tahun sebelumnya yang sebesar 185.810 ton.