JAKARTA, iNews.id - Harga cabai merah terpantau melonjak belakangan hari terakhir. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai kenaikan tidak lepas dari faktor musiman dan kondisi iklim yang berdampak pada produksi di tingkat petani.
Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, mengatakan ketersediaan cabai di pasaran sangat bergantung pada kondisi musim.
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
Menurutnya, saat cuaca mendukung dan panen melimpah, harga cabai cenderung stabil bahkan menurun. Sebaliknya, gangguan iklim dapat menekan produksi dan mendorong kenaikan harga.
"Jadi cabai itu ketersediaannya di lapangan sangat dipengaruhi oleh musim. Jadi kalau musimnya bagus, panennya besar, biasanya nanti harganya stabil malah cenderung turun. Tapi pada saat nanti iklimnya tidak bagus, harganya turun, kemudian produksinya turun, sehingga harganya naik," kata Andriko dalam konferensi pers, Senin (8/6/2026).
Usai Idul Adha, Harga Cabai Rawit di Jombang Meroket Tembus Rp100.000 per Kg
Untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, kata Andriko, pemerintah telah memiliki sistem deteksi dini yang melibatkan pelaku usaha cabai dan bawang di berbagai daerah.