JAKARTA, iNews.id - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menekankan bahwa Indonesia memiliki daya tahan dalam menghadapi ancaman krisis ekonomi maupun moneter global. Fundamental ekonomi dalam negeri dianggap menunjukkan performa yang impresif di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan fluktuasi harga minyak yang menyentuh level di atas asumsi makro nasional.
Perry merujuk pada kondisi ekonomi pada kuartal pertama 2026, yang membukukan pertumbuhan sebesar 5,61 persen atau melampaui capaian periode sebelumnya yang hanya berada di kisaran 5,1 persen.
Perry menitikberatkan kenaikan pertumbuhan tersebut didukung oleh stabilitas harga di dalam negeri yang tetap terkendali. Inflasi pada bulan terakhir dilaporkan berada di angka 2,4 persen, sebuah indikator positif yang menunjukkan bahwa bauran kebijakan moneter dan fiskal berjalan sesuai dengan target sasaran pemerintah.
Dia juga menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menjaga stabilitas ini merupakan buah dari komitmen berkelanjutan dalam membangun kekuatan ekonomi dari dalam.
"Kita bersyukur Indonesia berdaya tahan nasional. Kita bisa bangkit dari krisis '97-'98, krisis global, bahkan Covid. Tuhan cinta sama kita," kata Perry dalam sambutannya di acara seminar nasional di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta, Selasa (26/5/2026).