"Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas. Sekolah maupun pesantren harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Ke depan, pengawasan dan perlindungan peserta didik akan diperkuat untuk mencegah kejadian serupa terulang," katanya.
Selain penegakan hukum, Gibran meminta agar para korban mendapatkan pendampingan secara menyeluruh, khususnya dalam pemulihan psikologis.
"Saya juga telah meminta agar pendampingan psikologis dan trauma healing diberikan secara intensif kepada para korban," ujarnya.
Sebagai informasi, kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan ponpes kembali mencuat, salah satunya terjadi di Ponpes Ndolo Kusumo, Pati, Jawa Tengah. Seorang oknum pendiri ponpes bernama Ashari telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan pelecehan seksual terhadap puluhan santriwati.
Kasus ini mencuat setelah dilaporkan oleh korban yang sebagian besar adalah santriwati, termasuk anak yatim piatu. Dugaan pelecehan sudah dilaporkan sejak tahun 2024, tetapi baru terungkap secara luas pada Mei 2026. Pelaku diduga kerap menghubungi santriwati pada tengah malam.