JAKARTA, iNews.id - Tiga gempa kuat mengguncang California Utara, Venezuela, dan Jepang dalam rentang kurang dari 12 jam. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/6/2026) sore hingga Kamis (25/6/2026) pagi Waktu Indonesia Barat (WIB).
Menurut Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono gempa terjadi karena pergeseran sesar lokal hingga aktivitas lempeng.
"Peristiwa beruntun ini dipicu oleh gempa dengan mekanisme sumber yang bervariasi, mulai dari pergeseran sesar lokal (California Utara dan Venezuela) hingga aktivitas subduksi lempeng (Jepang)," kata Daryono dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/6/2026).
Rentetan aktivitas seismik global ini dimulai dari wilayah Amerika Serikat melalui Gempa California Utara berkekuatan Magnitudo 5.6 pada Rabu (24/6/2026) malam pukul 22:10 WIB. Pusat gempa berada di darat pada jarak 11 kilometer arah utara Redwood Valley dengan kedalaman sangat dangkal, yaitu 8.9 kilometer.
"Guncangan ini diperkirakan merusak karena mencapai skala intensitas VI-VII MMI, yang melontarkan getaran kuat hingga mampu membuat warga terkejut, berlarian keluar rumah, serta memicu kerusakan ringan pada struktur bangunan yang tidak ramah gempa," ungkap Daryono.