"Sumber-sumber gempa tersebut memiliki kemampuan megakumulasi tegangan sendiri-sendiri jadi tidak saling berkaitan. Kalau waktu gempa berdekatan itu hanya kebetulan saja," ucap dia.
Daryono mengatakan rangkaian bencana di berbagai belahan dunia ini menjadi alarm bagi masyarakat Indonesia yang juga hidup di wilayah Cincin Api Pasifik. Rentetan peristiwa ini mengingatkan kembali bahwa gempa bumi tidak pernah membunuh, melainkan runtuhnya struktur bangunan yang menjadi ancaman utama.
"Oleh karena itu, penguatan standar bangunan tahan gempa pada fasilitas umum dan pemukiman mutlak dilakukan," kata Daryono.