Gaya Komunikasi Agresif Menanggapi Teror Kepala Babi

Gina Fauziah
Kantor redaksi Tempo dikirimi paket berisi kepala babi (Foto: Dok Tempo)

Setiap statement yang dikeluarkan oleh seorang jubir akan memiliki dampak signifikan. Jubir itu bukan profesi pembela tindak tanduk pimpinan (menteri) dan instansinya, tapi berperan sebagai jembatan komunikasi antara instansinya dengan publik secara efektif.

Jubir merupakan represetasi dari sebuah instansi, terlebih skala nasional, dalam sebuah pemerintahan. Hasan Nasbi sebagai Kepala Komunikasi Kepresidenan Republik Indonesia merupakan salah satu Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024, dianggap sebagai “hadiah” atas terpilihnya Presiden RI periode 2024-2029 karena dinilai tidak mumpuni dalam pemilihan kata saat melakukan komunikasi politik di hadapan media terkait terror kepala babi. 

Dari sekian banyak gaya komunikasi, sangat disayangkan ketika gaya komunikasi agresif menjadi pilihan seorang Jubir Istana Kepresidenan Republik Indonesia.

Dari sini kita belajar mendalami Hadist Rasulullah SAW mengenai lisan, beliau juga bersabda:

سلامة الإنسان في حفظ اللسان

"Keselamatan manusia tergantung pada kemampuannya menjaga lisan." (HR Al Bukhari). 

Wallahu a'lam.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Profil Hasan Nasbi, dari Lembaga Survei hingga Kembali ke Lingkaran Prabowo

Buletin
11 hari lalu

Reshuffle Kabinet! Prabowo Lantik Hasan Nasbi hingga Qodari

Nasional
11 hari lalu

Sah! Hasan Nasbi jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi

Nasional
11 hari lalu

Hasan Nasbi Merapat ke Istana jelang Reshuffle Kabinet: Siap Kalau Diperintah Presiden

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal