Toto Soegriwo, produser film Merah Putih One For All, secara lugas membantah tudingan tersebut. "Saya, Toto Soegriwo selaku Produser, dengan tegas menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar dan merupakan fitnah keji," ujarnya.
Ia menegaskan, bahwa dirinya dan tim tidak mendapatkan uang dari negara untuk membuat film itu.
"Kami tidak pernah menerima satu rupiah pun dana dari pemerintah, apalagi melakukan tindakan korupsi atau memanfaatkan uang haram sebagaimana yang dituduhkan," ungkap Toto.
Senada dengan itu, Endiarto, sutradara sekaligus produser film tersebut, menjelaskan bahwa film ini adalah hasil dari semangat gotong royong tanpa adanya dana dari pihak luar.
"Kami ini enggak ada biaya satu peser pun (dari pemerintah), tidak ada. Jadi kami ini sifatnya gotong royong, mandiri, urunan. Bukan berarti urunan duit saja, urunan tenaga, pikiran, dan waktu," jelasnya.