AI Makin Marak di Industri Musik, Menekraf Tegaskan Teknologi Tak Boleh Gantikan Musisi
JAKARTA, iNews.id – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di industri musik Indonesia terus menjadi sorotan seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. Di tengah tren penggunaan AI untuk menciptakan lagu, mengolah suara, hingga membantu proses produksi musik, pemerintah menegaskan bahwa teknologi AI tidak boleh menggantikan peran kreator manusia.
Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan AI memang membuka peluang baru bagi industri kreatif, termasuk sektor musik. Namun, kehadirannya juga membawa tantangan yang perlu diantisipasi melalui regulasi yang jelas.
"Kami harapkan itu (regulasi) dapat segera dikeluarkan karena ini juga satu sisi AI ini peluang, tapi tantangan juga bagi para kreator di Indonesia," ujar Teuku Riefky saat ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).
Menurut dia, perkembangan teknologi AI harus diarahkan untuk mendukung proses kreatif para musisi, bukan mengambil alih peran mereka dalam menciptakan karya.
Fenomena penggunaan AI di industri musik memang semakin meluas dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai platform kini mampu menghasilkan melodi, lirik, hingga simulasi suara yang menyerupai penyanyi asli hanya dalam hitungan menit. Kondisi tersebut memunculkan perdebatan mengenai hak cipta, royalti, serta masa depan profesi musisi.