Ekonom Noorsy Ungkap Akar Kegaduhan Politik dan Tudingan Makar, Ini Penjelasannya

Dwi Narto
Ekonom Ichsanuddin Noorsy dalam acara Rakyat Bersuara. (Foto: Tangkapan Layar)

Dia menyoroti bahwa gagasan demokrasi liberal yang telah diterapkan di Indonesia sejak tahun 2004 itu juga memiliki sisi negatif. Hal ini terbukti dari pidato mantan Presiden AS Barack Obama di Kairo pada tahun 2009 yang berjudul A New Beginning, di mana Obama meminta maaf karena pernah memaksakan demokrasi liberal ke berbagai negara.

Dalam konteks Indonesia, Noorsy menyebut Pasal 6A ayat (2) UUD 1945 sebagai pintu masuk bagi kriminalisasi, politisasi, dan komersialisasi kekuasaan. Pasal ini memungkinkan presiden dan wakil presiden diusulkan oleh partai politik, sehingga membuka celah bagi penyalahgunaan kekuasaan. 

"Praktik itu dilakukan hampir oleh semua presiden," tuturnya. 

Dia mencontohkan saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan kasus yang menimpa Habib Rizieq, yang justru dijerat hukum karena menyuarakan demokrasi. Noorsy mengutip Mac Black yang mengatakan bahwa 'sistem itu sendiri yang menciptakan masalah'.

Dampak dari sistem ini, lanjut Noorsy, terlihat dari persepsi publik terhadap aparat kepolisian yang dianggap sebagai alat kekuasaan, bukan lagi sebagai pengayom. 

Kondisi ini bahkan memicu persaingan tidak sehat antara TNI dan Polri. Noorsy mengaku pernah menyampaikan hal ini dalam seminar di PTIK, menyoroti ketidakadilan alokasi anggaran yang menimbulkan kecemburuan serius.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Analis Politik UNJ Ubedilah Badrun Duga Ada Aktor di Balik Pengerahan Massa Demo Ricuh, Siapa?

57 tahun lalu

Peneliti Media dan Politik Buni Yani Ungkap Tanda CIA Terlibat di Demo Ricuh, Apa Itu?

57 tahun lalu

Keras Ferry Irwandi Gausa Ngomong Soal Makar Kalau Pemerintah Berjalan Baik Ini Semua Tak Akan Terjadi

57 tahun lalu

Ahmad Alimuddin Sebut Anggaran MBG Hasil Efisiensi yang Dilakukan Negara, Bukan Motong Dana Pendidikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal