Diketahui, Djatikusumo kelak menjadi KSAD pertama. Sungguh tak mujur. Try gagal dalam tes di Malang. Namun, takdir berkata lain. Atas perintah Brigjen Djatikusumo, remaja berperawakan tinggi tegap itu kembali dipanggil.
Jadilah cita-cita Try menjadi serdadu kembali berkobar. Catatan sejarah menulis pada 1956, dia diterima menjadi taruna Atekad.
Dari KSAD, Panglima TNI, lalu Wapres
Masa awal-awal kemerdekaan, tantangan NKRI sunggu berat. Selain ancaman penjajahan, negara juga harus menghadapi rongrongan pemberontakan di daerah-daerah. Di sini lah pengalamannya ditempa.
Try Sutrisno diterjunkan berperang melawan pemberontakan PRRI. Pengalaman tempurnya makin terasaha kala dia ditugaskan di Operasi Trikora di Irian Barat (kini Papua). Kala itu, Lettu Czi Try bergabung dalam Yon Zikon 12 Komando Mandala. Seiring waktu, penugasannya kian beragam. Ketika bertugas di Kendari, Try bertemu Panglima Operasi Mandala Mayjen Soeharto.
Seiring waktu, kariernya terus meningkat. Selepas mengikuti pendidikan Seskoad, berbagai jabatan dipercayakan kepadanya. Namun yang membuat berdegup kencang adalah ketika Soeharto membutuhkan ajudan untuk menggantikan Kolonel Suharso. ABRI menyerahkan beberapa nama untuk dipilih, salah satunya Try.