Singgih menekankan penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh guna menyambut 2026 dengan kesiapan lebih baik.
“Beberapa kendala yang terjadi tahun ini harus menjadi pelajaran. Target kita adalah menghadirkan pelayanan haji yang semakin prima, aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh jemaah," tuturnya.
Dia menggarisbawahi beberapa aspek penting yang perlu ditingkatkan untuk haji 2026. Pertama, manajemen pelayanan puncak haji.
Menurut dia, Komisi VIII DPR akan memastikan peningkatan koordinasi dan distribusi layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, termasuk fasilitas tenda, sanitasi, dan pergerakan jemaah.
Kedua, kualitas akomodasi dan transportasi. Dalam hal ini, penjaminan standar hotel dan kelancaran transportasi dari penginapan ke lokasi ibadah serta antar-masyair.