DPR Minta Pemerintah Evaluasi Reklamasi Pulau Serangan Bali, Soroti Dampak Lingkungan

Felldy Aslya Utama
Anggota Komisi IV DPR Rajiv. (Foto: Istimewa)

Dia juga mengutip penelitian ilmuwan Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mencatat kebijakan reklamasi pantai di Pulau Serangan menimbulkan dampak negatif berupa abrasi, kehilangan atau kerusakan ekosistem, serta konflik sosial akibat hilangnya mata pencarian dan persoalan pembebasan tanah. 

Rajiv juga mengungkapkan dampak ekologis berupa abrasi, gangguan ekosistem penyu, dan kerusakan terumbu karang pascareklamasi.

Situasi menjadi semakin serius ketika ada aduan masyarakat yang menunjukkan dugaan pembabatan mangrove dan pemadatan lahan di Teluk Lebangan, Pulau Serangan.

“Keluhan warga lokal semakin memperjelas hilangnya ruang hidup masyarakat pesisir. Reklamasi Pulau Serangan membutuhkan tindakan korektif, bukan sekadar proyek pembangunan pariwisata biasa,” ungkapnya. 

Rajiv menegaskan, status kawasan ekonomi khusus (KEK) tidak boleh menjadi pembenaran untuk mengabaikan perlindungan lingkungan, hak masyarakat lokal, dan prinsip tata ruang yang berkelanjutan. Investasi harus tunduk pada daya dukung lingkungan, bukan sebaliknya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Jatim
20 hari lalu

Tolak Reklamasi Tambak Garam, Warga Sumenep Adang Ekskavator di Pesisir Pantai

Talkshow
1 tahun lalu

Pagar Laut Tangerang Terindikasi buat Reklamasi, Wamen ATR: Kita Dalami!

Megapolitan
1 tahun lalu

Pemprov DKI Pastikan Pengerjaan Pagar Laut Dekat Pulau C Reklamasi Jakarta Dihentikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal