Dolar Naik, Pedagang Elektronik di Glodok Menjerit Toko Sepi

Rizki Falupi
Suasana pusat elektronik Glodok Tamansari terlihat sepi setelah rupiah melemah mendekati Rp18.000 terhadap dolar AS. (Foto: iNews)

JAKARTA, iNews.id - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang hampir menyentuh angka Rp18.000 mulai menghantam perdagangan elektronik di kawasan Glodok, Jakarta Barat. Penjualan anjlok, sementara harga barang elektronik terus merangkak naik akibat ketergantungan pada produk impor.

Suasana pusat perbelanjaan elektronik di Glodok Tamansari, Jakarta Barat, kini terlihat lebih sepi dibanding hari biasanya. Sejumlah gerai tampak tutup, sedangkan pedagang yang masih bertahan memilih mengurangi stok barang untuk menekan potensi kerugian.

Pelemahan rupiah membuat harga berbagai produk elektronik ikut terkerek. Kondisi itu langsung memukul daya beli masyarakat yang kini lebih memprioritaskan kebutuhan pokok dibanding membeli perangkat elektronik.

“Mau sebulan sebulan. Karena pengaruhnya ini langsung, langsung terjadi gitu. Penjualannya lesu,” ujar Herman, pedagang elektronik di Glodok.

Menurutnya, dampak pelemahan rupiah terasa sangat cepat di pasar elektronik karena sebagian besar barang masih bergantung pada impor dan transaksi dolar Amerika Serikat. Kenaikan harga membuat konsumen menunda pembelian, terutama untuk barang elektronik non-prioritas.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
12 jam lalu

Mengapa Dolar Bertahan di Rp18.000?

1 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000 per Dolar AS

3 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.091 per Dolar AS, Ini Pemicunya

4 hari lalu

Rupiah Ditutup Loyo ke Rp18.109 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal