Tak hanya penjualan yang menurun, pedagang juga mulai berhitung ketat dalam memasukkan stok baru. Mereka khawatir harga dolar yang terus naik membuat modal usaha semakin membengkak dan barang sulit terjual.
Meski belum banyak toko yang tutup permanen, sebagian pedagang mengaku mulai membatasi jumlah barang yang dipasok. Langkah itu dilakukan agar kerugian tidak semakin besar jika kondisi rupiah terus melemah.
Di sisi lain, pengunjung yang datang ke kawasan Glodok juga terlihat menurun. Aktivitas tawar-menawar yang biasanya ramai kini mulai berkurang karena konsumen memilih menahan pengeluaran.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha elektronik. Jika nilai tukar rupiah terus tertekan dan daya beli masyarakat belum pulih, tidak menutup kemungkinan lebih banyak toko akan menghentikan operasional dalam beberapa waktu ke depan.