"Kalau memang yang menjadi subjek kajian saya otaknya Jokowi, saya harus katakan otaknya Jokowi yang saya bedah di buku ini. Dan kajian saya menggunakan sebuah ilmu yang saya kembangkan yaitu neuropolitika," jelasnya.
Dia menerangkan, metode dalam buku itu menggunakan neuropolitika dengan gabungan 4 dimensi ilmu, yakni neurosains, psikologi behavior, forensik, dan politik kritis.
Dr Tifa menyebut, ada banyak otak Jokowi, mulai dari otak depan, yang memproduksi dan memuat memori primer atau sekunder, memori jangka pendek atau memori literal yang dipelajari, hingga otak bagian dalam yang bernama hipokampus.
"Saya berikan ilmu di sini agar semua orang bisa mempelajari otaknya Jokowi, jadi bukan hanya saya yang melakukan penelitian, tapi semuanya bisa melakukan penelitian, melakukan pengkajian tentang otak politik otaknya Jokowi. Terutama dalam bagaimana dia menggunakan otaknya untuk 10 tahun menguasai negara ini," bebernya.
Selain buku berjudul Otak Politik Jokowi, dia juga meluncurkan buku berjudul Jalan Samurai Akademik, Nalar, Keberanian, dan Tanggung-Tanggung Jawab Ilmiah Dr Tifa. Bulu tersebut merupakan karya gabungan dari sekelompok peneliti hingga para ilmuwan neuroscience, termasuk mahasiswa yang sedang mengambil tesis. Mereka melakukan penelitian tentang bagaimana jalan pikiran seorang Dr Tifa.