Menurut Tifa, saat itu satu spesimen ijazah ditampilkan di papan presentasi dan satunya lagi merupakan ijazah yang disebut berasal dari adik ipar Jokowi.
"Pada saat yang sama muncul, dua spesimen ijazah yang berbeda. Ini menarik. Saya berpikir apakah sebetulnya Bareskrim sedang memberikan clue kepada peneliti untuk meneliti lebih lanjut," tambah dia.
Tifa menegaskan, semenjak bergulirnya isu berkaitan ijazah palsu Jokowi setidaknya sudah ada enam spesimen ijazah yang ditunjukkan ke publik. Hal itu menurutnya dilakukan demi meyakinkan publik bahwa Jokowi merupakan lulusan asli UGM.
Padalah, kata dia, tidak ada satu pun ijazah yang identik dengan lulusan Fakultas Kehutanan UGM tahun 1985.
"Tidak ada yang identik dengan ijazah asli dari lulusan Kehutanan UGM tahun 1985," katanya.