Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi soal Roy Suryo Cs Minta SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Ada Restorative Justice
Advertisement . Scroll to see content

Dokter Tifa Ungkap Ilusi Transparansi Ijazah Jokowi: Kita Dipaksa Percaya Dokumen Itu Asli

Senin, 16 Februari 2026 - 17:35:00 WIB
Dokter Tifa Ungkap Ilusi Transparansi Ijazah Jokowi: Kita Dipaksa Percaya Dokumen Itu Asli
Tersangka tudingan ijazah palsu Jokowi, Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa. (Foto: Jonathan Simanjuntak)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa menyinggung ilusi transparansi terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Tersangka tudingan ijazah palsu Jokowi itu mengatakan perilaku ilusi transparansi yang ditunjukkan seolah memaksa publik mempercayai dokumen tersebut asli.

Tifa menyebut setidaknya ada enam salinan ijazah Jokowi yang dikeluarkan selama isu tersebut berkembang. Bahkan, menurut dia, akan ada dua salinan ijazah Jokowi lagi yang ditunjukkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surakarta dan (KPU) Jakarta.

Dia menjelaskan spesimen ijazah pertama dikeluarkan oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM), Sigit Sunarta. Setelahnya, lima spesimen lain kemudian muncul.

"Jadi artinya sudah ada enam versi, kita tunggu versi ketujuh dan kedelapan dari KPU Surakarta dan KPU Jakarta," ujar Tifa kepada wartawan, Senin (16/2/2026).

Dia menganggap seluruh spesimen yang ditunjukkan itu merupakan perilaku ilusi transparansi. Lewat cara itulah, kata dia, publik dipaksa meyakini ijazah Jokowi asli.

"Ini adalah perilaku ilusi transparansi, kelihatannya transparan pada tanggal 20 Oktober 2022 transparan, dekan menunjukan ijazah, kemudian transparan lagi Dirtipidum menunjukan ijazah, transparan lagi Dian Sandi, kemudian juga di KPU ini semua adalah ilusi transparansi. Kita semua dipaksa untuk meyakini bahwa semua versi dari ijazah tersebut adalah asli," tutur dia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut