“Ketika sistem transmisi normal, maka berikutnya kami beralih ke sistem pembangkitan,” ujarnya.
Tercatat pembangkit di wilayah Sumatera terbagi menjadi tiga bagian besar, pertama diesel dan gas yang menyala sendiri karena ada bahan bakar dengan cakupan daya tahan lima jam. Kedua, PLTGU (Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap) dengan cakupan daya 15 jam.
“Nah, yang lama adalah pembangkit-pembangkit PLTU. Pembangkit-pembangkit PLTU kami yang juga tersebar ada di Sumatera Utara, kemudian ada juga di Sumsel, Jambi, Sumatera Selatan, kemudian yang ada di Aceh, sifatnya pembangkit-pembangkit ini menyalanya 20 sampai 30 jam kemudian,” kata dia.