Gangguan ini diduga karena kondisi cuaca yang pada saat itu hujan dan angin kencang. Akibat kelebihan arus energi, jalur selatan 275 kV tadi diputuskan untuk mengisolasi agar tidak terjadi power swing menyebabkan gangguan yang lebih luas.
Berkat tindakan ini, setidaknya berhasil memperkecil dampak gangguan dari pendistribusian arus listrik. Karena pemadaman hanya terjadi di wilayah Riau, Jambi, Sumatera Utara, dan Aceh sementara Palembang dan Lampung tetap normal.
“Ada beberapa pembangkit yang kemudian trip, lalu ada defense scheme (tindakan proteksi) kami yang bekerja sehingga sistem di sisi selatan kemudian normal. Tidak ada pemadaman di daerah Lampung dan sebagian besar daerah Palembang, tidak ada padam,” ucapnya.
“Tetapi apa yang terjadi di daerah utara adalah di sana kekurangan dari pembangkit, frekuensinya rendah. Karena frekuensi rendah, pembangkit-pembangkit ada yang tidak tahan, kemudian trip, lalu terjadi domino effect,” tuturnya.
Efek domino itu terjadi karena PLN telah memisahkan dua jalur penyalur listrik antara timur dan barat. Setelah itu proses perbaikan pun dilakukan dengan lebih dulu melihat data pada GITET (Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi) PLN terkait gangguan yang terjadi pada transmisi.