"Nah ini ya melaksanakan aksi amaliah atau aksi teror dengan menyerang kerumunan massa pada tanggal 22 Mei mendatang dengan menggunakan bom," jelasnya.
Para tersangka memanfaatkan momentum pesta demokrasi. Alasannya, mereka menilai demokrasi paham yang tidak sesuai alias berlawanan. Terkait hal itu, dia berharap pada 22 Mei masyarakat tidak turun melakukan aksi.
"Ini akan membahayakan karena mereka akan menyerang semua massa termasuk aparat, massa-massa yang berkumpul dengan menggunakan bom," ujar Iqbal.