Densus 88 juga mendorong keterlibatan masyarakat untuk menyuarakan kontra narasi radikalisme serta melaporkan aktivitas mencurigakan di lingkungannya.
“Perlu diskusi dan evaluasi secara berkala, serta optimalisasi peran masyarakat untuk mengantisipasi tindakan terorisme,” ucapnya.
Sepanjang Juli 2025, Idensos Jateng telah melaksanakan 44 kegiatan yang menyentuh langsung para eks narapidana terorisme (napiter) dan 278 kegiatan pencegahan.
Data per akhir Juli mencatat jumlah eks napiter di Jawa Tengah mencapai 340 orang, dengan rincian:
- Semarang Raya: 60 orang (14 status merah, 46 hijau)
- Pantura Raya: 65 orang (30 merah, 35 hijau)
- Banyumas Raya: 29 orang (10 merah, 19 hijau)
- Solo Raya: 186 orang (71 merah, 115 hijau)