TANA TORAJA, iNews.id - Demo tolak proyek geothermal di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel) diwarnai kericuhan di Kantor DPRD Tana Toraja. Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Toraja nyaris mengamuk saat Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg mendekati peserta aksi yang memancing kemarahan mereka.
Awalnya aksi unjuk rasa tersebut digelar untuk menolak rencana proyek geothermal di Lembang Balla, Kecamatan Bittuang. Audiensi berlangsung di Ruang Pola Kantor DPRD Tana Toraja, Kamis (19/2/2026).
Situasi mulai memanas ketika Bupati Zadrak Tombeg berdiri, sambil memegang mikrofon dan berusaha mendekati massa aksi. Tindakan itu memicu teriakan dan ketegangan dalam ruangan.
Massa yang sejak awal menyuarakan penolakan terhadap proyek geothermal menunjukkan sikap keberatan. Kekecewaan mereka memuncak hingga sempat mengerumuni bupati.
Sejumlah polisi dan Satpol PP yang berjaga di lokasi segera turun tangan. Petugas berupaya menenangkan situasi sehingga kontak fisik dapat dihindari.
Koordinator aksi Aliansi Masyarakat Toraja, Daniel Somba, menegaskan sikap masyarakat menolak proyek tersebut.
"Kami selaku masyarakat berpikir proyek geothermal ini akan merampas ruang hidup kami, maka itu kami tolak," ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Dia juga menilai proyek geothermal berpotensi membawa dampak buruk bagi masyarakat setempat.
"Saya rasa, jikalau itu terjadi (proyek geothermal) itu menjadi suatu kehancuran bagi masyarakat Toraja," katanya.