Menurut massa aksi, proyek geothermal di Lembang Balla berisiko menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Mereka menyoroti potensi kerawanan bencana serta dampak terhadap sumber air, lahan pertanian dan kawasan hutan.
Kawasan tersebut dinilai menjadi penopang utama ekonomi warga. Oleh karena itu, massa meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kembali rencana proyek geothermal di Tana Toraja.
Hingga audiensi berakhir, situasi di Kantor DPRD Tana Toraja berangsur kondusif meski penolakan terhadap proyek geothermal masih terus disuarakan massa.