Koordinator aksi Aliansi Masyarakat Toraja, Daniel Somba, menegaskan sikap masyarakat menolak proyek tersebut.
"Kami selaku masyarakat berpikir proyek geothermal ini akan merampas ruang hidup kami, maka itu kami tolak," ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Dia juga menilai proyek geothermal berpotensi membawa dampak buruk bagi masyarakat setempat.
"Saya rasa, jikalau itu terjadi (proyek geothermal) itu menjadi suatu kehancuran bagi masyarakat Toraja," katanya.
Menurut massa aksi, proyek geothermal di Lembang Balla berisiko menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Mereka menyoroti potensi kerawanan bencana serta dampak terhadap sumber air, lahan pertanian dan kawasan hutan.
Kawasan tersebut dinilai menjadi penopang utama ekonomi warga. Oleh karena itu, massa meminta pemerintah daerah mempertimbangkan kembali rencana proyek geothermal di Tana Toraja.
Hingga audiensi berakhir, situasi di Kantor DPRD Tana Toraja berangsur kondusif meski penolakan terhadap proyek geothermal masih terus disuarakan massa.