Salah satu cerita yang ingin kami ulas adalah cerita seorang kakek yang menjalani masa tuanya dengan tinggal di surau. Surau tersebut kondisinya sudah tidak layak namun masih kuat berdiri.
Kakek pendatang itulah yang kemudian mengurusnya sehingga tidak terlalu ingin ambruk. Setiap hari kakek tersebut selalu bersujud, berdoa, dan beribadah kepada tuhan tanpa kenal lelah.
Sehari-hari dia mencari sesuap nasi dengan menjadi seorang pengasah pisau bagi para tetangga. Dari contoh resensi novel singkat beserta struktur ini kita dapat ketahui bahwa dia tidak ingin kekayaan.
Kakek itu hanya ingin mendapatkan surga dan dekat dengan tuhan ketika usianya sudah senja. Namun ada sebuah intrik yang membuat kita akan tercengang dari kehidupannya.
Tidak hanya menjadi seorang kakek biasa, tapi ada salah satu karakter bernama Ajo Sidi. Dia adalah lawan secara mental dari kakek tersebut, seperti apa perseteruan keduanya dalam mempertahankan falsafah hidup.