Keunggulan:
Sebagian besar isi dari novel dibangun dalam bentuk percakapan sehingga memudahkan pembaca yang tidak menyukai kata yang berbelit-belit. Gaya bahasa yang digunakan terkesan santai dengan mengundang tawa.
Kekurangan:
Dikarenakan novel ini dibangun dengan latar belakang 90-an, gurauan dan percakapan yang dibuat berkaitan dengan tahun 1990, membuat pembaca kebingungan atas makna gurauan yang disajikan.
5. Resensi Novel Saksi Mata
Identitas Novel
Karya: Suparto Brata
Tahun Terbit: Mei 2000
Penerbit: Penerbit Buku KOMA
Tebal Buku: 434 halaman
Sinopsis:
Novel ini menceritakan kisah Kuntara, seorang pelajar sekolah rakyat Mohangakko yang hidup di Surabaya ketika zaman penjajahan Jepang. Suatu ketika, Kuntara tidak sengaja memergoki buliknya Raden Ajeng Rumsai alias Bulik Rum tengah berduaan di sebuah bunker perlindungan, belakangan baru diketahui oleh Kuntara bahwa Wiradad adalah suami sah Bulik Rum.
Hal ini membuat hati Kuntara
berkecamuk. Ia heran dengan apa yang dilakukan oleh Bulik Rum yang selama ini selalu dihormatinya. Namun dia bisa mengerti jika ternyata Bulik Rum yang cantik menyembunyikan sejuta kisah yang tidak bakal disangka-sangka.
Bulik Rum merupakan pegawai dari tuan Ichiro Nishizumi. Sebenarnya, ia sudah menikah dengan Wiradad, naun tuan Ichiro tidak peduli dan tetap memboyongnya ke Surabaya. Wiradad dan ayah Bulik Rum tidak bisa mencegah keinginan Ichiro Nishizawa yang berkuasa. Namun Wiradad tidak mau menyerah sehingga ia menyusul Bulik Rum ke Surabaya.