Menurut Jeannie, kasus tersebut berjalan lambat menangkap para pelakunya. Oleh karena itu, Jeannie bersama relawan perempuan dan anak beserta lembaga advokasi pendamping korban mendesak aparat berwajib untuk terus mengusut tuntas kasus itu.
"Kami dari relawan perempuan dan anak Perindo berharap untuk aparat penegak hukum harus berpihak pada anak korban pemerkosaan ini, bukan memihak kepada pelaku," ujarnya.
Di sisi lain, Jeannie mengungkapkan kondisi anak perempuan tersebut sedang dalam trauma. Korban, menurutnya, masih sulit menerima lingkungan luar karena pengalaman traumatiknya tersebut.
"Anak perempuan itu mengalami suatu trauma yang luar biasa. Untuk mendengar suara orang lain saja ketakutan, bertemu orang lain juga sulit. Sungguh suatu perbuatan yang keji," katanya.
Kemudian, Jeannie menyampaikan anak perempuan korban pemerkosaan tersebut mengalami trauma sehingga membutuhkan pendampingan guna memulihkan psikologisnya. Menurut Jeannie, hanya ibu korban yang bisa membantu memulihkan trauma kejiwaannya.