“Saya ingin sedikit nostalgia karena kakek saya salah satu juga penggemar dan pendiri perguruan pencak silat di Madiun, Setia Hati. Itu tahun sebelum kemerdekaan,” katanya.
Dia juga menambahkan, orang tuanya turut memiliki peran dalam pembinaan Ikatan Pencak Silat Indonesia pada masa lalu.
“Saya kemudian orang tua saya juga salah satu pembina Pengurus Besar IPSI cukup lama juga. Sehingga bagi saya, pencak silat adalah suatu panggilan sebagai anak bangsa,” lanjutnya.
Meski tidak lagi menjabat, Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus mendukung perkembangan pencak silat di Indonesia. “Dengan jabatan atau pun tidak, seorang pendekar adalah sampai napas dia terakhir, dia pendekar,” katanya.
Dia juga kembali menyampaikan permohonan maaf karena belum berhasil membawa pencak silat menjadi cabang olahraga Olimpiade, tetapi tetap optimistis hal itu bisa terwujud di masa mendatang.
Prabowo mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi mengharumkan nama Indonesia melalui pencak silat di tingkat internasional. Dia juga menegaskan bahwa selain mengejar prestasi global, menjaga kemurnian nilai pencak silat tetap menjadi prioritas utama.