Cerita Penyamaran Pasukan Elite TNI yang Bikin Merinding, Ada yang Jadi Mayat 

Kurnia Illahi
Ilustrasi aksi prajurit Kopassus. (Ist)

Kala itu, Pardjo masuk dalam PGT atau Pasukan Gerak Tjepat (kini bernama Paskhas) dan diterjunkan ke dalam hutan Papua. Sayangnya, mereka disergap oleh Korps Marinir Kerajaan Belanda di wilayah Fakfak dan kalah secara jumlah personel. Pardjo dan rekan-rekannya terpaksa harus mundur.  

Saat keadaan dirasa sudah kondusif, pasukan Pardjo keluar untuk menyusup. Namun, mereka dikejutkan dengan kondisi sebuah perkampungan yang sudah porak-poranda akibat dibakar pihak Belanda.

PGT kemudian memutuskan untuk beristirahat di sekitar kampung itu. Tak berapa lama, mereka mendapat serangan dari tentara Belanda dan memaksa untuk melakukan gencatan senjata.

Beberapa rekan Pardjo gugur karena terkena timah panas. Bahkan, Pardjo juga turut terluka akibat tertembak peluru tentara Belanda. Karena tak kuat berdiri, ia harus merangkak untuk bersembunyi di balik jasad rekan-rekannya. Ia pun melakukan penyamaran, seolah-olah sudah tewas.

Setelah itu, mobil patroli tentara Belanda berkeliaran dan membuatnya tak bisa bergerak. Pardjo harus tidur dengan jasad rekannya selama 5 hari, sebelum akhirnya berhasil diselamatkan warga dan dirawat. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Oditur Militer Tuntut 2 Prajurit Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank BUMN Dipecat dari TNI

57 tahun lalu

Awal Mula Oknum TNI Terlibat Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Bos Bimbel Ternyata Cari Preman

57 tahun lalu

Profil Pangkopassus Letjen Djon Afriandi, Karier Mentereng Sang Peraih Adhi Makayasa

57 tahun lalu

Pangkopassus Ubah Tradisi, Prajurit Non-Komando Dilarang Pakai Baret Merah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal