Cerita Pembangunan Terowongan Silaturahmi Istiqlal-Katedral, Sempat Terkendala Pipa Belanda

Danandaya Arya Putra
Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral (dok. IMG)

"Sampaikan Menteri PU pada waktu itu. 'Pak ini ada.. wah ini mahal' Kenapa?'. Ternyata di sini ada pipa raksasa bangunan Belanda itu ya, yang menyuplai air minum di Menteng persis melintang di sini ini," ucapnya. 

Kendala anggaran tak menyulutkan keinginannya untuk bisa menghadirkan simbol toleransi di Indonesia. Dia pun melaporkan kendala tersebut langsung kepada Jokowi.

"Nah, anggarannya lumayan besar, nggak ada yang mendukung. Maaf, pada waktu itu saya lapor ke Pak Presiden: 'Pak, ya katanya mahal biayanya. Yang kita akan bangun ini bukan terowongan Bapak Presiden, yang kita akan bangun ini adalah ikon, simbol toleransi'. 'Kalau begitu saya setuju'. Jadi begitu setuju, langsung dibangun Bapak," ucapnya.

Dia menyebut, akses yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta itu sebagai satu-satunya terowongan toleransi yang ada di dunia. Bahkan tamu negara kerap ingin mengunjungi Terowongan Silaturahmi setelah dari Istana Kepresiden.

"Artinya apa? Satu-satunya terowongan toleransi di dunia adalah ini," kata Menag.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

Ungkit Kisah Nabi Muhammad, Menag Sebut Pemberian Tulus Tak Selalu Disebut Gratifikasi

Nasional
4 hari lalu

Menag Siapkan Aturan Baru Cegah Kekerasan Seksual di Pesantren, Perketat Pengawasan

Nasional
8 hari lalu

Kabar Baik! Kemenag Siapkan Beasiswa Sarjana PJJ untuk Guru Ngaji

Nasional
8 hari lalu

Menag Ungkap Peran Besar Guru Ngaji, Dorong Peningkatan Kesejahteraan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal