Cerita Caleg Perindo Aiman Witjaksono Dapat Keluhan dari Warga Tanahnya Dicaplok Mafia

Tangguh Yudha
Aiman Witjaksono memilih pendekatan dialog saat kampanye ketimbang bagi-bagi sembako (Foto: Tangguh Yudha/MPI)

Aiman mengatakan, keluhan itu disampaikan saat dia melakukan safari politik ke daerah Pulogebang, Jakarta Timur. Sebagai jurnalis investigasi berpengalaman, dia merasa terpanggil untuk ikut mencari tahu akar masalahnya.

"Mereka menyampaikan masalah, mayoritas adalah mafia tanah. Mereka tinggal lama di sana, tapi harus pindah dan hidup ngontrak karena tanah mereka diambil. Terlepas dari siapa yang benar itu kan harus dibuktikan, tapi saya rasa yang paling penting di sini adalah edukasi, agar tidak ada lagi korban mafia tanah," ujarnya.

Edukasi dan pendidikan sangat penting demi menciptakan masyarakat terdidik. Hal ini juga menurutnya yang sering disampaikan Capres Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo yang mencetuskan program satu keluarga satu sarjana.

"Ini bukan memberikan ikan tapi memberi pancing untuk bisa mengentaskan kemiskinan, untuk bisa melawan mafia, untuk bisa mewujudkan keadilan sosial itu dengan pendidikan. Karena dengan pendidikan mereka tahu, mereka belajar, mereka berkembang, bangsanya pun akan naik," kata Aiman.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
21 jam lalu

Hadiri Milad PBB, Partai Perindo Dukung Konsolidasi Politik untuk Stabilitas Nasional

2 hari lalu

Wakili 11,7 Juta Suara Rakyat, GKSR Minta Pembahasan Revisi UU Pemilu Libatkan Parpol Nonparlemen

3 hari lalu

Revisi UU Pemilu, GKSR Dorong Ambang Batas Parlemen Turun Jadi 1 Persen

3 hari lalu

43 Desa di Maluku Utara Belum Berlistrik, Partai Perindo Dukung Target Elektrifikasi pada 2027

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal