Dia menyebutkan gangguan suplai listrik yang melanda Jawa sebelumnya disebabkan oleh minimnya stok batu bara dengan spesifikasi kalori tinggi yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit.
Di sisi lain, hambatan ini diperparah oleh situasi pasar domestik, di mana produksi batu bara nasional saat ini didominasi oleh kalori rendah, sedangkan volume produksi batu bara berkalori sedang dan tinggi terus merosot.
Ketidakseimbangan pasokan tersebut mendasari PLN untuk meminta tambahan pasokan batu bara berkalori minimal 4.500 GAR kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemerintah kemudian merespons usulan tersebut melalui penerbitan mandat penugasan khusus kepada produsen.
PLN mengapresiasi langkah Kementerian ESDM yang bergerak cepat dalam memfasilitasi kebutuhan pasokan darurat ini. Korporasi memastikan soal realisasi kontrak untuk pengiriman Juli sudah berjalan, sedangkan skema penugasan untuk sisa bulan hingga akhir tahun telah tuntas dipersiapkan.