Dalam insiden tersebut, Budiman menyebut sempat terjadi tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan peserta diskusi. Dia mengungkapkan Wamentan Sudaryono sempat terkena pukulan, sementara upaya pemukulan terhadap dirinya berhasil dihalau ajudan yang kemudian terkena pukulan tersebut.
Semula, Budiman, Sudaryono, dan Nusron ingin memilih bertahan jika bukan panitia atau pihak kampus yang meminta pergi. Sebab, mereka ingin menghormati ratusan mahasiswa yang hadir untuk menyampaikan kritik secara terbuka.
"Kami menghormati mereka (mahasiswa), mereka sudah malam-malam datang ke tempat kami, tentu saja ingin mendengarkan kami dan tentu saja mereka ingin didengarkan aspirasi mereka dan mereka ingin diberikan hak untuk mengkritik dan mengecam kami langsung di depan kami jika memang ada kebijakan pemerintahan yang dinilai keliru dan salah tidak sesuai," paparnya.
Ketika situasi dinilai semakin tidak kondusif, petugas keamanan kemudian mengevakuasi Budiman keluar dari lokasi. Sementara itu, Nusron Wahid dan Sudaryono sempat mencoba melanjutkan dialog di luar ruangan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi karena kondisi yang tidak memungkinkan.
"Saya baru tahu ternyata dua kawan saya itu, menteri dan wakil menteri itu, rupanya ketika keluar, masuk mobil, dikepung mobilnya, kemudian mereka keluar lagi dan kemudian kedua teman saya, Pak Daryono dan Pak Nusron yaudah kita lanjutkan diskusi di luar, sampai di aspal, dikerumuni oleh mereka, tapi tidak terjadi diskusi," tutur dia.