Boni Hargens: RI Sudah Diversifikasi Impor Minyak, Selat Hormuz Ditutup Tak Masalah

Rizky Agustian
Pengamat politik Boni Hargens. (Foto: iNews)

“Kenaikan harga setiap 1 dolar itu memberikan tekanan fiskal sekitar Rp10,3 triliun dengan PNBP cuma 3 koma sekian, jadi sekitar Rp7 triliun kita harus nombok,” ujarnya.

Meski demikian, Boni menilai pandangan yang menyebut Indonesia akan mengalami krisis akibat gangguan di Selat Hormuz cenderung berlebihan.

“Ada dua opini yang sedang berkembang, satu yang pesimis mengatakan bahwa Indonesia akan terdampak krisis, yang optimis termasuk saya mengatakan bahwa kita terdampak tapi tidak akan fatal,” ucapnya.

Dia menegaskan, dampak dari potensi gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz masih bisa diantisipasi oleh pemerintah melalui strategi diversifikasi impor.

“Indonesia melakukan diversifikasi sumber impor, untuk memenuhi target 30 persen itu tidak hanya bergantung pada Timur Tengah,” katanya.

Saat ini, Indonesia telah memperluas sumber pasokan minyak dari berbagai kawasan, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada jalur Timur Tengah.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Eks Menkeu Fuad Bawazier Yakin RI Belum Krisis Minyak: Tak Perlu Antre BBM

Nasional
7 hari lalu

Harga Batu Bara Naik 35 Persen, Said Didu Sebut Indonesia Bisa Raup Untung di Tengah Konflik

Nasional
7 hari lalu

Pakar Ekonomi Ingatkan Ancaman PHK jika Perang Iran Ganggu Pasokan Industri

Nasional
7 hari lalu

Pakar Wanti-Wanti Dampak Mengerikan Perang Iran ke Indonesia, Apa Itu?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal