JAKARTA, iNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melakukan langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem saat Lebaran 2026. Salah satunya dengan menggelar operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia.
Langkah ini diambil untuk menekan risiko hujan ekstrem sekaligus mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, mengungkapkan operasi modifikasi cuaca saat ini telah berjalan di beberapa wilayah strategis di Pulau Jawa. Wilayah tersebut meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Kemudian operasi modifikasi cuaca saat ini berlangsung di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,” kata Faisal, Sabtu (21/3/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi intensitas hujan yang berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.