Pernikahannya dengan Raden Djenon diduga terkait dengan kedudukan H D Levyssohn Norman, direktur Bannenlands Bestuur, yang menjadi guru dan ayah angkat Lasminingrat semasa kecil saat mengikuti pendidikan modern di Sumedang.
Selain itu pernikahannya itu juga bagian dari ambisi Raden Haji Muhammad Musa untuk mendapat keturunan dalam posisi tinggi di pemerintahan kolonial.
Kesusastraan Sunda merupakan karya sasatra digunakan oleh sebagian besar penduduk Jawa Barat dan Banten. Raden Ayu Lasminingrat (1854-1948) merupakan pelopor kemajuan perempuan Sunda dan pendiri Sekolah Kebajikan Perempuan. Dia juga dikenal karena karyanya untuk pembebasan perempuan, sebagai pelopor pendidikan dan sebagai aktivis perempuan Sunda.
Di antara karyanya yang terkenal adalah Warnasari (jilid 1 dan 2) dan buku berjudul “Sang Raja Poetri ke Saderekna Doewa Welas” yang berisi isi hati R A Lasminingrat tentang perempuan yang hanya dilihat dari tubuh, watak, stigma, dan intimidasi yang sering dirasakan perempuan.
Buku-buku bacaan untuk anak-anak sekolah karyanya pertama kali diterbitkan pada 1875, salah satunya berjudul Tjarita Erman yang diterbitkan mencapai 6.105 eksemplar.