JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) dijadwalkan menyetorkan sisa surplus anggaran tahun buku 2025 sebesar Rp40 triliun kepada pemerintah. Langkah ini dilakukan setelah BI mencatatkan total surplus sebesar Rp85 triliun dan menunggu hasil audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan sebelumnya BI telah menyerahkan setoran awal sebagai uang muka pada akhir tahun lalu untuk membantu kebutuhan fiskal pemerintah.
“Nah, di bulan Desember, kemarin pemerintah sebagian itu diminta semacam uang muka Rp15 triliun, Rp15 ini sebagai uang muka,” ungkap Perry dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (8/4/2026).
Perry memaparkan bahwa sisa surplus sebesar Rp70 triliun (setelah dikurangi uang muka) akan disesuaikan dengan kewajiban pemerintah. Diketahui, terdapat utang pemerintah pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dari tahun sebelumnya senilai Rp45 triliun yang akan dikompensasikan.
“Kami setor dulu tempo hari Rp15 (triliun), kami setor Rp70 (triliun), kami setor itu, kemudian akan dikurangi yang Rp45 (triliun) akan dikembalikan ke BI,” jelasnya.