Selain itu, penggunaan EO juga dinilai mendukung tata kelola administrasi dan keuangan yang lebih tertib. Dengan melibatkan pihak ketiga, proses pengadaan, pembayaran, hingga pelaporan kegiatan dapat dilakukan secara terpusat dan sistematis.
"Ini justru memudahkan proses audit, pengawasan, dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara, karena seluruh komponen kegiatan terdokumentasi secara sistematis," ujar Dadan.
Dadan menegaskan kegiatan yang ditangani EO bukan sekadar acara seremonial, tetapi juga bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional. Termasuk di dalamnya kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi penjamah makanan guna meningkatkan standar keamanan pangan.
"Oleh karena itu, kualitas penyelenggaraan menjadi krusial. EO berperan dalam memastikan pesan yang ingin disampaikan pemerintah dapat dikemas secara efektif, menarik, dan berdampak luas, sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal serta pengelolaan SDM yang terlatih di bidangnya," jelasnya.
Dari sisi efisiensi, dia menilai penggunaan EO lebih rasional dibandingkan membangun tim internal dalam waktu singkat. Pasalnya, pembentukan kapasitas internal membutuhkan waktu, biaya pelatihan, serta proses rekrutmen yang tidak instan.