Susatyo menuturkan, aset tersebut bisa bertambah kerugian yang ditimbulkan dalam kasus ini bisa dikembalikan kepada para korban. Menurutnya, proses restitusi ini nantinya akan melibatkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Intinya kami dari Tipideksus serius menangani perkara ini dan kami berusaha untuk bisa percepat," ucap Susatyo.
Sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan tersangka dalam kasus dugaan dugaan penipuan atau fraud (kecurangan) PT Dana Syariah Indonesia.
Mereka yakni TA selaku Direktur Utama sekaligus pemegang saham PT DSI. Kemudian, MY selaku mantan Direktur PT DSI dan pemegang saham PT DSI, Dirut PT Mediffa Barokah Internasional dan PT Duo Properti Lestari.
Selanjutnya pejabat yang ditetapkan tersangka adalah ARL selaku Komisaris dan pemegang saham PT DSI.
Dalam perkembangan terbarunya, penyidik pun kembali menetapkan seorang tersangka baru dalam kasus itu. Ia adalah AS yang merupakan mantan Direktur sekaligus Founder PT DSI.