Meski demikian, Wira memastikan Bareskrim tidak langsung lepas tangan akan kasus ini. Dia menyebut pihaknya tetap akan melakukan asistensi terhadap pengusutan yang ilakukan Polda Metro Jaya.
"Tetap kita asistensi dari awal kasus itu," ucap Wira.
Diketahui, TAUD melaporkan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus ke Bareskrim Polri menggunakan laporan tipe B pada Rabu (8/4/2026) lalu. Laporan tipe B berarti dilayangkan langsung oleh pihak korban.
Pelaporan ini merupakan tindak lanjut dari pelimpahan bukti dan petunjuk dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya kepada Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI terkait perkara tersebut.
Dalam laporannya, TAUD memasukkan dugaan tindak pidana percobaan pembunuhan berencana, selain juga menggunakan konstruksi pasal terkait tindak pidana terorisme.