Banggar DPR Tolak Usulan JK Kurangi Subsidi BBM: Kenapa untuk Orang Miskin Diotak-atik?

Felldy Aslya Utama
Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah menolak usulan Wapres JK terkait pemangkasan subsidi BBM. (Foto: iNews.id/Felldy)

Oleh karena itu, legislator PDIP itu meminta kepada semua pihak untuk memberikan kesempatan kepada pemerintah memperhitungkan secara cermat dalam menyikapi krisis energi ini.

"Jangan kemudian BBM begitu harga minyak naik kita kayak kebakaran jenggot seakan-akan besok langit akan runtuh, nggak," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan untuk mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) masyarakat. Langkah ini dalam rangka menekan defisit negara.

Hal ini dikatakan JK merespons krisis energi yang belakangan tengah menjadi perhatian imbas adanya perang yang terjadi di Timur Tengah, antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran.

"Kita minta bahwa, agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga. Dan itu dilakukan di banyak negara," kata JK di kediamannya Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026).

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga BBM Pertamina 19 Juni 2026 jelang Akhir Pekan, Ada yang Naik?

57 tahun lalu

Aliansi Perempuan Long March ke Istana, Bawa Beragam Poster hingga Alat Dapur

57 tahun lalu

Harga BBM Pertamina 18 Juni 2026 Terbaru, Ada yang Naik!

57 tahun lalu

Harga Pertamax Naik Picu Demo Mahasiswa, Pengamat: Jika Pemerintah Sabar Tak Perlu Menaikkan BBM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal