Bamsoet Dorong Percepatan Reformasi Agraria 

Felldy Aslya Utama
Ketua MPR Bambang Soesatyo dalam diskusi 'Konflik Agraria dan Perlindungan Tanah Adat Ditinjau dari UU Ciptakerja', secara virtual di Jakarta, Kamis (8/4/2021). (Foto: MPR).

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini melanjutkan, secara umum dapat dipetakan beberapa faktor yang dapat memicu lahirnya konflik pertanahan, antara lain adanya aturan yang masih tumpang tindih, penyelesaian birokrasi yang masih berbelit-belit, serta masih adanya dua kesenjangan yang mencolok.

"Terutama karena kesenjangan dan ketimpangan dalam penguasaan tanah. Di satu sisi sebagian kecil masyarakat menguasai ribuan atau bahkan jutaan hektar tanah, tetapi di sisi lain jutaan petani hanya memiliki rata-rata 0,3 hektar saja, dan bahkan lebih banyak lagi petani yang tidak memiliki tanah sama sekali, dan hanya menjadi petani buruh," ucap Bamsoet.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Cerdas Cermat Ulang, Ini Respons MPR

Nasional
8 jam lalu

Tolak Ikut Cerdas Cermat Ulang MPR, SMAN 1 Pontianak Hormati Hasil Lomba

Nasional
9 jam lalu

SMAN 1 Pontianak Tolak LCC 4 Pilar MPR Diulang, Singgung Transparansi dan Objektivitas Juri

Nasional
10 jam lalu

SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Cerdas Cermat Ulang MPR

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal