Awal Ramadan Berpotensi Beda, MUI Ingatkan yang Penting Fokus Ibadah

Jonathan Simanjuntak
Ilustrasi Ramadan (foto: Pixabay)

JAKARTA, iNews.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan potensi perbedaan awal Ramadan 1447 Hijriah tidak perlu disikapi dengan perpecahan. Menurutnya, yang terpenting, umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan baik dan khusyuk.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH M Cholil Nafis mengatakan, perbedaan penetapan awal Ramadan merupakan hal yang biasa dalam khazanah fikih Islam.

"Saya berharap masyarakat sudah dewasa. Ini masalah khilafiyah fikih, masalah perbedaan pemikiran. Dan tidak perlu dibawa-bawa pada perpecahan, tapi jadikanlah perbedaan ini untuk kita belajar lebih banyak," ucap Cholil dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).

Cholil menjelaskan, sebagian umat muslim telah menetapkan awal Ramadan pada Rabu 18 Februari 2026. Namun, sebagian lainnya menilai hilal belum memenuhi kriteria pada tanggal tersebut.

Menurutnya, posisi derajat hilal kemungkinan masih berada di bawah 3 derajat. Sementara ketentuan MABIMS, forum ulama Asia Tenggara yang terdiri dari Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei Darussalam, menyepakati bahwa hilal dapat terlihat jika berada di atas 3 derajat.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
5 jam lalu

MUI: Tak Perlu Ada Sweeping-Sweeping Rumah Makan saat Ramadan

Megapolitan
7 jam lalu

Jelang Ramadan, Taman Margasatwa Ragunan bakal Sesuaikan Jam Operasional

Megapolitan
8 jam lalu

Pramono Siap Sambut Ramadan dan Idulfitri, bakal Buat Jakarta Jauh Lebih Meriah

Nasional
8 jam lalu

MUI Setuju Sweeping Rumah Makan saat Ramadan Dilarang, Tekankan Sikap Saling Menghormati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal