"Kemudian saya telepon lah Bang Alkatiri, kemudian diangkat, 'Bang kita menurut Dokter Tifa akan bertemu di daerah Tebet?' Bung Alkatiri kaget, 'Oh, saya ada di Denpasar, gak mungkin.' 'Oh, saya terima WA nih.' Saya screenshot, dua screenshot, saya kirim. Saya kirim juga nomornya," kata dia.
Menurut Andi, Alkatiri membantah pesan WA itu berasal dari Dokter Tifa.
"Kemudian dia (Alkatiri) cek, 'Saya sudah cek dengan circle-nya itu ternyata bukan, tidak ada itu,' Oh kalau begitu ini penipuan, that's it, selesai untuk itu," tuturnya.
Menurut dia, keesokan harinya Dokter Tifa menggelar konferensi pers yang menudingnya sebagai makelar restorative justice (RJ) terkait kasus tudingan ijazah palsu Jokowi. Andi pun mengaku bingung dengan tudingan tersebut.
Padahal, kata dia, RJ merupakan keputusan Polda Metro Jaya.
"(Konferensi pers) isinya ada yang namanya AA (Andi Azwan) itu jadi seperti makelar RJ, katanya. Padahal, RJ itu kan bukan saya, itu kan Polda Metro Jaya, tidak ada harus melakukan fasilitasi RJ, semuanya itu di Polda Metro Jaya," kata Andi.